Pulau Indah Saksi Dahsyatnya Perang Dunia II

Pulau Indah yang Menjadi Saksi bisu betapa Dahsyatnya Perang Dunia II

Morotai berada di Utara Pulau Halmahera, Propinsi Maluku Utara dan menjadi pulau indah yang menjadi saksi dahsyatnya dari kejadian perang dunia II.

Luasnya cuman 1.800 km persegi, tetapi seperti beberapa orang ngomong, Morotai keelokannya menggigit. Morotai banyak simpan daya tarik. Daya tarik bawah laut, daya tarik kepulauan, dan daya tarik sejarahnya yang kuat.

Pulau Indah Saksi Dahsyatnya Perang Dunia II

Pulau Morotai bersebelahan dengan Samudera Pasifik di samping Utara, Laut Halmahera di samping Timur, Selat Morotai di samping Selatan dan Laut Sulawesi di samping Barat.

Pulau marotai ini jadi rekam jejak gelap peperangan di antara Jepang dan pasukan sekutu Amerika Serikat tapi memiliki keindahan yang memukau.

Baca Juga: Wisata Perkebunan Buah di Semarang

Kamu masih bisa mendapati banyak beberapa situs monumental dan beberapa benda yang terkait dengan Perang Dunia ke II di pulau ini dan sekelilingnya.

Di bawah ini 7 Pulau di Morotai yang simpan riwayat dan Saksi kejadian dahsyat dari Perang Dunia II.

  1. Pantai Army Dock

Pantai Army Dock sebuah pantai yang berada Daruba yang disebut Ibu-kota Kabupaten Pulau Morotai. Kamu cuman memerlukan waktu lebih kurang 5 menit dari pusat perkotaan Daruba untuk sampai ke pantai ini.

Pantai ini bukanlah sekedar hanya pantai biasa, sebab pada periode Perang Dunia II tempat ini adalah dermaga tempat bertambatnya beberapa kapal armada laut Pasukan Sekutu Amerika Serikat untuk pertamanya kali. Di seputar tempat ini tentara sekutu membuat instalasi militer, zeni tempur, dan rumah sakit dan lima buah pelabuhan laut.

Dari tempat ini dulu ada jembatan terapung yang menyambungkannya dengan Pulau Zum Zum dan dipakai untuk mentransfer logistik tentara perang. Sekarang sedikit yang masih ada di pantai ini, tapi kamu bisa menyaksikan beberapa puing dermaga militer di sini.

  1. Museum Perang Dunia II dan Trickora

Di Morotai kamu bisa juga mendapati Museum Perang Dunia II di mana kamu dapat menyaksikan bagaimana keadaan dan kondisi perang saat perang itu terjadi. Diawali pada luar museum kamu dapat mendapati beberapa tank warisan perang dan dalam museum kamu akan mendapati bermacam peralatan perang yang pernah dipakai oleh sekutu dan Jepang saat itu.

Trickora dideklarasikan Soekarno di tahun dalam rencana pembebasan Irian barat yang terkuasai Belanda di tahun 1961. Dari Pulau Morotai ini tentara Indonesia kumpulkan kemampuan untuk melepaskan Irian barat dari Belanda.

  1. Air Kaca

Air Kaca pada periode Perang Dunia II adalah sumber mata air yang penting untuk pasukan AS. Mata air ini kerap dipakai Jenderal Mac Arthur untuk mandi dan kabarnya saat Mac Arthur mandi pada tempat ini, ia bisa menyaksikan ramalan dalam berperang kelak.

Air Kaca sesungguhnya adalah sungai bawah tanah yang tampil di atas tanah. Disebutkan Air Kaca sebab mata airnya benar-benar bening, jika sebuah jarum dijatuhkan karena itu kita dapat menyaksikan jarum itu dalam air. Tetapi, sekarang ini airnya tidak sejernih dahulu. Air Kaca ini umumnya digunakan untuk sumber air minum, tempat mandi dan istirahat Jenderal Mac Arthur dan perwira yang lain hingga disterilkan oleh tentara sekutu dari capaian warga di tempat.

Sumber Air Kaca mengucur ke pantai Transmeter yang jaraknya seputar 100 mtr. dari posisi Air Kaca. Masyarakat menjelaskan ada satu wanita dan satu laki-lagi, tetapi mereka tidak mengusik. Air Kaca dipercaya bawa karunia, masyarakat yakin bila ada yang tidak punyai turunan dapat ambil airnya untuk diminum. Disamping itu, bisa menyembuhkan bermacam penyakit bergantung bagaimana Anda punyai niat untuk meminta. Bila pengin yang semakin besar karena itu harus bersemedi lebih dulu. Itu mistik Air Kaca yang dipercayai sampai sekarang ini.

Air Kaca ada di Wamama, benar-benar dekat sama pusat Kota Daruba, dengan perjalanan seputar 5 menit anda bisa sampai ke posisi rekreasi dengan memakai kendaraan roda dua. Sebuah papan dengan tulisan tempat wisata “Air Kaca” bisa menjadi panduan jika Anda sudah datang di posisi. Dari papan tulisan itu ke posisi Air Kaca cuman seputar 50 mtr.. Rekreasi Air Kaca benar-benar dekat sama Rekreasi riwayat yang lain di Pulau Morotai yaitu Dasar Pitu yang jaraknya cuman 1 km.

  1. Monumen Teruo Nakamura

Monumen yang ini berada di Dusun Dehegila. Teruo Nakamura adalah suku asli Taiwan yang diambil oleh Jepang sebagai tentara. Dia bersembunyi ke rimba saat sekutu serang Pulau Morotai pada tanggal 15 September 1944.

Karena sangat lama waktunya ada dalam rimba, ia tidak mengenali jika Perang Dunia II telah lama usai. Kehadiran Nakamura tersingkap sesudah 30 tahun selanjutnya di tahun akhir 1974 saat seorang masyarakat memberikan laporan Nakamura ke kepolisian.

  1. Pulau Zum-Zum

Pulau Morotai dikitari oleh beberapa pulau kecil disekelilingnya, diantaranya ialah Pulau Zum Zum atau juga dikenal sebagai Pulau Mac Arthur. Dengan waktu pintas seputar 15 menit dengan memakai kapal ke samping barat Pulau Morotai.

Di pulau yang saat ini tidak memiliki penghuni ini kamu akan mendapati sebuah Patung Jenderal McArthur setinggi 20 mtr.. Jenderal Douglas Mac Arthur adalah seorang Jenderal asal Amerika Serikat yang bekerja di Pasifik dan jadikan Morotai sebagai pangkalan militer sebagai usahanya merampas Filipina dari Jepang.

Pulau ini adalah pulau rumah Jenderal McArthur, walau pangkalan udaranya berada di Pulau Morotai. Di Zum-Zum kamu akan mendapati bunker pertahanan tentara Amerika Serikat. Meskipun lubang masuknya kecil dan cuman dapat dimasuki dengan merayap, tetapi sisi dalamnya lumayan besar.

Disamping itu, di antara rimba mangrove kamu akan mendapati sebuah gua yang jadi sebagai tempat pertahanan tentara Jepang

  1. Pulau Dodola

Di seberang Pulau Zum Zum kamu bisa mendapati Pulau Dodola. Pulau ini dulu jadi tempat pasukan sekutu Amerika Serikat melepaskan capek dan sampai saat ini juga tempat ini jadi opsi tempat rekreasi untuk masyarakat di tempat tiap akhir minggu.

Pulau ini terbagi dalam Pulau Dodola Kecil dan Pulau Dodola Besar yang tersambung dengan pasir pantai saat air laut sedang kering. Kamu dapat lakukan banyak aktivitas di pulau dengan pantai berpasir putih. Selain itu tidak memiliki penghuni ini dimulai dari menyelam, berenang, berjemur, atau sebatas nikmati keelokan pulau ini.

  1. Bawah laut Perairan Morotai

Ya, tidak cuma di darat saja kamu bisa mendapati jejak-jejak Perang Dunia ke II di Morotai. Kamu bisa juga mendapati sisa-sisa perang ini di landasan laut perairan Morotai.

Di sejumlah posisi penyelaman kamu akan mendapati kendaraan perang dimulai dari truk sampai pesawat tempur yang terbenam di landasan laut sampai ke kedalaman 15-45 mtr.. Salah satunya yang populer ialah bangkai pesawat Bristol Beaufort yang disebut pesawat pembom dan pembawa torpedo dan senjata.

Itulah tujuh lokasi-lokasi yang simpan sejarah di Pulau Morotai dan sekelilingnya. Rupanya dibalik keelokan pulau ini disimpan sebuah riwayat yang penting dalam Perang Dunia II yang bagus sekali khususnya buat kamu yang menyukai dengan sejarah. Jangan lupa yaa jadikan pulau Marotai ini menjadi destinasi liburan kamu nanti. Jadi udah gak sabra untuk liburan yaa. hehe